Showing posts with label ATKP Surabaya. Show all posts
Showing posts with label ATKP Surabaya. Show all posts

Friday, 11 May 2018

Budget Trip Surabaya : Lihat Pemandangan Indah Kota Surabaya dari menara Masjid Nasional Al- Akbar Surabaya

May 11, 2018 0


Hai welcome back! Bulan Mei ini banyak sekali libur panjang karena tanggal merah. Sebagai seseorang yang gemar jalan-jalan, nggak mau dong sia-sia in kesempatan ini buat nggak explore tempat-tempat baru hehe. Nah, libur kali ini aku sama dua orang temanku memutuskan buat jalan-jalan mengelilingi Surabaya sekaligus buat video untuk dokumentasi. Awalnya, sempat bingung karena Surabaya itu luas banget dan sebagai seorang pendatang di Surabaya ini kami bertiga kesusahan untuk menemukan akomodasi yang pas. Akhirnya, pilihan kami jatuh untuk medatangi Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. letaknya yang strategis dan dekat dari tempat kami tinggal memantapkan niatan kami untuk mengunjunginya. Selain itu, di sekitar Masjid Al-Akbar ini terdapat Pasar Kaget yang menjual berbagai macam barang, mulai dari makanan dan minuman hingga jualan tikar! wkwk . Wah, pokoknya worth it banget buat dikunjungi, karena selain bisa wisata religi , kita juga bisa wisata kuliner. 


Tampak depan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya

Icon utama masjid ini adalah Kubah besar berwarna Aqua blue, warna yang digunakan untuk Masjid ini sangat unik dan merupakan salah satu warna kesukaan saya, yaitu warna pearl blue / Aqua blue, karena warnanya sangat eyecatcing dan menarik untuk dilihat masjid ini banyak dijadikan sebagai spot foto.  Masjid Al-Akbar sendiri terletak di samping Jalan Tol Surabya-Porong. Lokasinya yang strategis dan berada di lingkungan perumahan membuat masjid ini banyak dikunjungi sebagai tempat wisata.


Interior Masjid

Di Pasar Kaget yang terletak di halaman depan masjid tersedia banyak sekali jajanan maupun barang-barang kebutuhan, biasanya ketika hari minggu halaman depan masjid ini digunakan warga sekitar untuk pelaksanaan Car-Free-day, sehingga masyarakat bisa bebas jalan-jalan bersama keluarga di sekitar Masjid ini. 


Pasar Kaget yang terletak di halaman luar masjid


Sebenarnya tujuan utama kami mengunjungi masjid ini buka untuk berwisata religi, aduh bukan bermaksud yang tidak-tidak loh ya. Niatan kami dari awal sebenarnya adalah untuk mendatangi puncak menara Masjid Al- Akbar yang katanya ketinggiannya mencapai 99 meter, menyerupai jumlah 99 Asmaul Husna. Biaya Masuk ke dalam menara pun tergolong murah meriah karena untuk orang dewasa merogoh kocek hanya sebesar Rp 7.000,-

Menara Masjid Al- Akbar Surabaya

Office Hours Menara Masjid

Untuk menuju puncak menara masjid kita harus menaiki lift yang akan mengantarkan kita ke puncak menara masjid. Kapasitas liftnya sendiri cukup kecil, sehingga hanya sekitar empat orang dewasa yang bisa menaikinya, pengunjung yang ingin naik ke puncak menara harus rela bergantian untuk dapat menggunakan lift ini. Biaya yang di keluarkan untuk mencapai puncak menara masjid sekitar Rp 7.000,- dan dibayarkan kepada petugas penjaga yang duduk di lift.



Petugas penjaga lift sekaligus petugas karcis masuk

Yeayy, akhirnya kami bertiga berhasil sampai di puncak menara Masjid Al-Akbar Surabaya. Di atas sini kami disuguhkan pemandangan menarik, Masyaallah, indah banget! Dari menara 99 meter ini kita bisa melihat pemandangan kota Surabaya yang sangat luas secara menyeluruh 360°. Bahkan kalau sedang beruntung kita bisa melihat pesawat udara yang sedang approaching (melakukan pendekatan/landing) ke Bandar Udara Internasional Juanda, karena letak Masjid ini yang emang deket banget dengan bandara. 

Tampak Kubah Iconic Masjid Al-Akbar dari atas menara


Melihat pemandangan Kota Surabaya dari puncak menara


Berpose dengan latar belakang pemandangan



Kantin yang berada di atas menara

Kalau sudah berada diatas puncak menara dan merasa lapar, jangan khawatir karena pihak manajemen pengelola menara masjid menyediakan kantin diatas menara ini. Sudah tiba waktunya buat kami pulang, Finally, harus mengucapkan selamat tinggal pada pemandangan Kota Surabaya yang cantik ini. Untuk dapat turun dari puncak menara, kita harus menggunakan lift lagi. Untuk dapat turun pun kita harus bergantian dengan pengunjung lainnya karena kapasitas lift yang hanya cukup untuk sedikit orang. Nah , yang unik disini adalah kita memencet tombol bel untuk menuruni lift, jadi nanti petugas yang ada di dalam lift akan menuju ke lantai tempat kita berada. 

Selesai sudah cerita perjalananku selama libur tanggal merah kemarin, masih banyak banget tempat yang ku explore, tapi karena keterbatasan waktu belum sempat aku ceritakan disini. Okeyy, i'll tell you later, as soon as possible, so stay tune on my blog! ♥



Regards,
Essa

Tuesday, 10 April 2018

Sekolah Kedinasan? Worth it nggak sih?

April 10, 2018 0
haiii, balik lagi
Jadi soal sekolah kedinasan yang ada di Indonesia ini orang-orang pasti banyak yang belum tahu. Padahal tiap-tiap kementrian di Indonesia itu punya sekolah sendiri loh yang menjurus pada bidang kementrian mereka masing-masing. Contonya seperti Kementrian Perhubungan yang membawahi Kepala BPSDM (Badan Pengelola Sumber Daya Manusia) Perhubungan dan memiliki 3 matra yaitu darat, laut dan udara. Masing-masing matranya sendiri dibagi lagi menjadi beberapa sekolah.


Apa sih sekolah kedinasan itu?

Nah, buat kalian yang belum tahu apa itu sekolah kedinasan wajib untuk baca. Sekolah kedinasan sendiri adalah sekolah tinggi atau perguruan tinggi yang dikelola maupun dinaungi  oleh kementrian, badan maupun lembaga pemerintahan

Buat yang masih bingung apakah sekolah kedinasan itu sudah pasti ikatan dinas? jawaban nya belum pasti. Sekolah ikatan dinas sendiri lulusannya akan diserap langsung oleh pemerintahan tanpa melalui serangkaian tes lagi, bhakan mungkin ada beberapa sekolah ikatan dinas yang pendidikannya tidak dipungut biaya sepeser pun. Untuk beberapa sekolah kedinasan yang non ikatan dinas,  setelah lulus nanti, lulusan dari sekolah ini nggak ditampung secara langsung oleh lembaga pemerintah yang menaungi sekolah tersebut. Melainkan lulusannya akan melalui serangkaian tes lagi untuk mendapatkan pekerjaan. Jadi, Sekolah kedinasan yang non ikatan dinas hanya bertugas sebagai layaknya perantara , mereka memiliki koneksi untuk menyerap hasil lulusan dari sekolah mereka. biasanya biaya pun ditanggung oleh siswa sendiri.

Sebagai Contoh, BPSDM Perhubungan memiliki beberapa sekolah kedinasan di matra udara, salah satunya adalah Politeknik Penerbangan Surabaya, yang merupakan sekolah non ikatan dinas. Poltekbang sendiri memiliki lulusan yang kompeten di bidang penerbangan dan nantinya lulusan dari Poltekbang akan diserap oleh beberapa perusahaan terkait bidang penerbangan yang bekerjasama dengan Poltekbang, seperti perusahaan airlines (Garuda, Lion, Air Asia) , Perum LPPNPI/ Airnav , PT Angkasa Pura I / II , maupun perusahaan penerbangan swasta lainnya.
Beberapa PTK (Perguruan Tinggi Kedinasan) menggunakan sistem semi militer dalam pendidikan yang dijalani. yaitu, sistem pendidikan yang menerapkan prinsip-prinsip militer selayaknya Akmil, namun yang diterapkan bukan militer murni karena sebagian besar pun nantinya akan bekerja di lingkungan sipil. Semi Militer sendiri punya beberapa ciri-ciri yaitu:
  1. Seragam khusus dengan atribut yang ditentukan pihak sekolah
  2. Kerapian berpakaian , termasuk potongan rambut. Nggak jarang cewek yang berkerudung pun rambutnya harus pendek menyerupai laki-laki
  3. Senioritas
  4. Kegiatan fisik, serupa di pendidikan militer seperti push up, lari
  5. Kedisiplinan tinggi
  6. Asrama, namun nggak semua sekolah semi militer menerapkan system asrama.

Bedanya sama mahasiswa?

Selama menjalani pendidikan sebagai mahasiswa kedinasan pun ada beberapa perbedaan yang aku rasakan dengan menjadi seorang mahasiswa. Di Politeknik Penerbangan Surabaya sendiri siswa biasa disebut dengan Taruna untuk laki-laki dan Taruni untuk perempuan. Pendidikan yang diberikan pun cukup beda dengan pendidikan yang didapat di bangku perkuliahan biasa. Di sekolah ikatan dinas biasanya diberlakukan sistem paket untuk mata perkuliahan yang dipilih, berbeda dengan mahasiswa di universitas yang menggunakan sistem KRS sehingga mereka bisa memilih studi maupun mata pelajaran yang akan di ambil dalam satu semester kedepan.

Kehidupan sehari-hari dijalani di dalam asrama sehingga lingkup nya sempit, kehidupan berasrama yang bisa dibilang tidak bisa bebas dan seenaknya merupakan sebuah pelajaran berharga, karenanya mahasiswa kedinasan dituntut untuk bisa selalu memanage waktu dengan baik dan selalu mengutamakan kedisiplinan. Bangun pagi, berolahraga pagi dan sore, makan tepat waktu, pemeriksaan kamar asrama, dll yang melatih kedisiplinan. Biasanya pada hari libur sabtu dan minggu diperbolehkan untuk pulang, namun tidak jarang menerima konsinyir (menetap tinggal di asrama) karena perkuliahan maupun suatu hal.

Sementara itu untuk dunia perorganisasian di lingkungan mahasiswa kedinasan lingkupnya juga cukup sempit. berbeda dengan mahasiswa yang bisa berorganisasi bahkan hingga lintas jurusan maupun, organisasi diluar universitas. Di sekolah kedinasan, menurut pengalamanku pribadi organisasi yang ada hanya resimen dan dewan musyawarah taruna selayaknya sewaktu masih duduk di bangku SMA. atau jika ingin berorganisasi dengan lingkup yang lebih luas bisa bergabung dengan Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia , jadi lingkup organisasinya pun hanya didalam lingkup sekolah kedinasan.

Di sekolah kedinasan yang aku jalani sekarang yang paling terasa adalah suasana kekeluargaan yang di dapatkan, dan bagaimana caranya mengatasi pressure yang didapatkan dari pendidikan semi militer . Karena lingkupnya yang sempit maka nggak bisa dipungkiri kalau setiap hari pasti bakal ketemu dengan orang-orang yang sama, makan bersama, tidur bersama, baris bersama. Nah, karena hal-hal inilah rasanya seperti memiliki keluarga baru yang sama-sama susah dan senang.

Di Indonesia sendiri ada sekitar 30 kementrian, namun nggak semuanya memiliki sekolah. Di bawah ini beberapa sekolah yang di naungi oleh Kementrian di Indonesia:
(Cr. Wikipedia)

Kementerian Dalam Negeri

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Kementerian Keuangan

  • Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN).
    • Kampus STAN Jakarta, Jl. Bintaro Utama Sektor V, Bintaro Jaya, Tangerang, Kota Tangerang Selatan.
    • Pusdiklat Bea dan Cukai, Jl. Bojana Tirta III, Rawamangun, Jakarta Timur.
    • Balai Diklat Keuangan Medan, Jl. Eka Warni No. 30, Medan Johor, Medan.
    • Balai Diklat Keuangan Pekanbaru, Jalan Pepaya No.77 Pekanbaru, Riau
    • Balai Diklat Keuangan Yogyakarta, Jl. Raya Solo Km.11, Purwomartani, Kalasan, Sleman.
    • Balai Diklat Keuangan Malang, Jl. A. Yani Utara No.200, Malang.
    • Balai Diklat Keuangan Balikpapan, Jl. M.T. Haryono Dalam Nomor 39A RT 84, Balikpapan.
    • Balai Diklat Keuangan Makasar, Kompleks Perkantoran Gedung Keuangan Negara, Jl. Urip Sumoharjo Km. 4, Makassar.
    • Balai Diklat Keuangan Cimahi, Jl. Gado Bangkong No.111, Cimahi.
    • Balai Diklat Keuangan Manado, Jl. Bethesda No.18, Manado.
    • Balai Diklat Keuangan Denpasar, GKN Lantai III, Jl. Dr. Kusumaatmadja No. 19, Renon, Denpasar.

Kementerian Kelautan dan Perikanan

Kementerian Kesehatan

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial RI Nomor 298/Menkes-Kesos/SK/IV/2001 tanggal 16 April 2001, maka diadakan reorganisasi institusi-institusi pendidikan kesehatan di bawah Departemen Kesehatan dan Kesejateraan Sosial (sekarang Kementerian Kesehatan) menjadi Politeknik Kesehatan Departemen Kesehatan, yang selanjutnya berubah menjadi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) atau yang biasa disingkat menjadi Poltekkes. Berikut daftar Poltekkes Kemenkes yang ada:
Sebelum terjadi reorganisasi institusi-institusi pendidikan kesehatan di bawah Departemen Kesehatan dan Kesejateraan Sosial, insitusi-institusi pendidikan kesehatan yang berada di bawah Departemen Kesehatan dan Kesejateraan Sosial dan yang sebelumnya, antara lain:

Kementerian Komunikasi dan Informatika

Kementerian Perhubungan

Kementerian Perindustrian

Kementerian Pertahanan

Kementerian Pertanian

Kementerian Sosial


Tapi tidak perlu membandingkan antara mahasiswa kedinasan maupun mahasiswa perguruan tinggi. Intinya adalah kita bisa meraih cita-cita dimulai dari tempat yang berbeda, hasilnya tergantung diri kita sendiri. Karena Pengalaman berharga yang kita dapatkan tergantung bagaimana kita menghargainya. So, mau coba bersekolah di sekolah kedinasan?

Sunday, 17 December 2017

Future Job : What is Air Traffic Controller?

December 17, 2017 0

Holaaa! How's your day? is the dreams you wish has been achieved yet? Lately, have been very sad for me. I learned to survive in real world, working world is really hard. Deadlines, Pressure, Loneliness, i could feel all of them in this cold-hearted world. I finally feel what was my parents feeling when they are home after working all day long. I dont know where to lean on when i feel tired and lonely, cause everything seems so far away , friends, boyfriend, family. The only thing i have is social media, it is the way i could communicate with them. Lets call it as a Long Distance Relationship.

I never dream to be an Air Traffic Controller before, but the only thing i know about aviation is that since i was kid ,  i love seeing plane taking off or landing in a runway. So, it was the reason why i choose ATC as my major . I remembered , i felt happiest when my mom ask me to picked up or drop off dad in the airport. It means i could saw planes! my hometown have a small airport , and after entering the gate , on the right side, the airport management provide a small place to let the urban people to saw planes, it was my favorite places on the earth , so whenever my mom invited me to the airport , i always ask her to go to that place. Airport also being the luxuries place i have ever seen. Luxuries i mean here is a precious time to meet people you love the most. Accompanying special person when he/she just arrive or will be depart. I feel really happy when i pick up my mom or dad in the airport , seeing him or her the first time after long time apart, waiting for them to get out from the arrival gate, searching for their face, and when you finally find them , it was the happiest feeling in the world! :)

So here i am, ended with a hope that i can be an Air Traffic Controller soon. A job in the hardest level, you are wrong if you say that controlling an aircraft is easy. It is not that easy as you control car or other transportation. Its complicated. I will explain about how do Air Traffic Controller work.

So first, let me tell you what is the meaning of  Air Traffic Controller. ATC is a person or unit that fully responsible to guide aircraft landing or taking off safely. even if the aircraft are full controlled by pilot, but ATC have a job to guide those both pilot and the aircraft safely . Because in the air,  pilot cant see whats outside or behind them, they dont have a rearview miror (spion). So, they need ATC to guide them. ATC are divided into 3 unit. These unit have different frequency and contribute each other.


 An Air Traffic Controller

The first unit is Aerodrome Control Tower (ADC) , This unit have responsibility to controlling the aircraft within the vicinity of aerodrome or you know it as airport. Begin from the aircraft Pushback , Taxi, Take off , Landing, its all about aircraft's movement  around the airport. ADC normally have responsibility area around 2000ft and 5 nm.  ADC have 3 objective, as a Ground Controller, Clearance Delivery Unit and Tower Controller. Not every airport have these 3 units. In Juanda Surabaya for example, They only have Ground Controller and Tower Controller. Usually small aircraft only have Tower controller , they will combine the unit and taking over other unit jobs. This unit controlling the aircraft visual by eyes but some airport use radar too as extra equipment.

Second unit is Approach Control unit (APP). Approach unit taking over aircraft on higher level than ADC, its between 2000 ft until 10.000ft. After the aircraft reach the defined flight level , they will transferred from ADC to this unit. APP use radar to monitoring the traffic.


Radar monitor used by ATC to help their job

and then the last one is Area Control unit (ACC). ACC provide information for aircraft flying within 10.000 ft until 46.000 ft. Indonesia have 2 Area control, they are Jakarta FIR (Flight information Region) and Ujung Pandang FIR. So ACC is the highest level of ATC unit, they use a radar to control the aircraft.

Hasil gambar untuk adc app acc
This is a Schema of each Control unit that can help you to understand


As a skykeeper ATC have 5 Objectives, They are:

  1. Prevent collision between aircraft
  2. Prevent collision between aircraft on the manoeuvring area and obstruction on that area
  3. Expedite and maintain an orderly flow of air traffic
  4. Provide advice and information useful for the efficient conduct of flight
  5. Notify appropriate organization regarding aircraft in need of search and rescue aid, and assist such organization as required.
In aviation we have a language called Phraseology. its a familiar language as english, but its different. All pilot and ATC around the world should use this language when they are communicate each other. this is useful to avoiding misscommunication between them. But when emergency, plain language are permitted. Sometimes as an ATC i cant hear whats the pilot saying because his/her dialect eventough they are using phraseology :(
The example of Phraseology are:

"Taxi to holding point runway ... , via ...."
"Push back approved heading/facing ..., runway..."
"Start up approved, temperature... dew point..."
"Runway ..., Clear for take off"
"Runway..., Clear to land."

What makes this job seems hard is because ATC have a big responsibility of controlling Air Traffic, they have to make sure the flow of traffic in the air or in the ground running smoothly. This is not a joke, because there are so many people in the aircraft. When radar not works well, or the visibility below minima. ATC should make sure that the air traffic flow is still good. They have to work all of their mind, eyes, ears, mouth, and a skill to push mic button together when they are controlling. So dont underestimate Air Traffic Control jobs because its not as easy as you think :)




December 2017,
Essa

P.S its just me with my own writting about ATC, dont get it too serious if i am wrong in spelling or writting just tell me so i can be better, thank you!


Thursday, 20 July 2017

Tes Wawancara SIPENCATAR 2017

July 20, 2017 0



 Tes Wawancara menjadi hal yang menakutkan buat sebagian orang. Nah, Sebentar lagi akan diumumkan hasil kelulusan tes SIPENCATAR tahap Kesehatan yang artinya kalian yang lolos tes kesehatan akan melakukanTes wawancara untuk bisa diterima di UPT yang diinginkan. Beberapa orang mungkin merasa takut dan minder, atau mungkin ada yang belum pernah tes wawancara sama sekali, seperti saya. Nah berikut adalah tips yang perlu dipersiapkan untuk wawancara SIPENCATAR:

1. Kuasai Materi wawancara
Tidak perlu belajar serius untuk mengetahui materi wawancara sampai-sampai kamu lupa tidur malam, yang ada ketika diwawancarai malah kamu mengantuk.  Yang paling penting adalah kamu paham betul apa yang akan kamu katakan nantinya ketika ditanyai. Materi yang dimaksud disini adalah yang bersangkutan dengan tes wawancara apa yang kamu ikuti. Semisal dalam tes sipencatar ini kamu mengambil sekolah ATKP jurusan LLU , maka kamu harus menguasai paling tidak pengetahuan dasar tentang apa itu lalu lintas udara. Nggak susah kok, bisa bertanya pada orang-orang terdekat yang mungkin bekerja di bidang yang sama dengan yang kamu minati atau kamu bisa cari informasi dari google.

2. Jangan Gugup!
Pertama, Tarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan, cara ini ampuh banget buat ngilangin gugup. Kenapa sih  jangan sampai gugup? karena Gugup atau grogi bisa bikin semua hal yang ada di pikiran kita kacau, jadi apa yang kita pikirkan akan nggak sesuai dengan jawaban yang akan kita berikan. Nggak mau kan, cuma gara-gara gugup jadi nggak lolos tes wawancara. Supaya nggak gugup biasakan untuk berlatih bicara, bisa dengan orang lain atau sendiri.

3. Harus Senyum dan Percaya Diri
First Impression orang pasti bakalan bagus kalo kita terlihat percaya diri, Rasa percaya diri yang muncul dapat menimbulkan rasa keingintahuan pewawancara tentang kamu, Kamu harus percaya pada dirimu bahwa kamu bisa dan pantas untuk lolos tes wawancara. Yang pasti jangan sampai terlalu over PD, karena nggak ada yang suka deh kalau kita ke PD an dan pada akhirnya waktu tes wawancara menceritakan tentang diri kita sendiri sampai over banget. Oh iya, Senyum itu bisa bikin suasana jadi cair, . karena kalau kita tersenyum pasti orang lain akan membalasnya dengan senyuman juga, asalkan kamu nggak senyum-senyum sendiri aja.

4. Sopan
Ini yang paling penting, ketika wawancara kita dituntut untuk menjawab pertanyaan dari orang yang berpengaruh terhadap bidang yang akan kita ambil. Untuk itu diwajibkan untuk menjaga kesopanan, baik itu dalam cara berpikir, bertutur kata, maupun perbuatan. Pasti hal ini akan menjadi poin plus untuk kita, Pastikan bahwa pakaian yang kamu kenakan sopan, Kesopanan juga dituntut untuk muncul dari attitude kita. jangan lupakan kata permisi , ijin, atau maaf untuk mengawali percakapan dengan orang yang lebih tua. karena dengan begitu mereka, para pewawancara akan merasa lebih dihargai ketika berbicara dengan kita.


Berbicara soal tes wawancara, dulu, Saya Tes di PIP Semarang dan mengambil pendidikan di ATKP Surabaya jurusan Lalu Lintas Udara, awalnya sama sekali nggak tahu menahu soal wawancara . yang saya tahu ya paling cuma duduk terus ditanyai ini itu soal diri sendiri dan motivasi masuk ke sekolah itu karena apa. Saya bahkan nggak mempersiapkan materi untuk tes wawancara, Tapi memang, sebelum memutuskan untuk ikut serangkaian tes saya mencari tahu tentang jurusan LLU dan memutuskan memilih LLU sebagai tujuan saya di ATKP.

Sebelum Tes wawancara, saya diwajibkan untuk daftar ulang terlebih dahulu, setelah itu nama kami akan di panggil dan masuk ke sebuah ruangan untuk diwawancarai. Sebenarnya tidak terlalu menengangkan Karena diwawancarai dalam sebuah ruangan besar yang dibagi menjadi meja per meja, nah, di tiap meja ada satu atau dua orang pewawancara dari UPT maupun jurusan yang bersangkutan dengan jurusan yang kami ambil. Saya masih ingat sekali, saya menunggu lama sekali saat akan tes wawancara Karena banyaknya peserta wawancara, akhirnya saya kebagian jam siang setelah salat dhuhur .

Dari pagi semua peserta sibuk dengan materinya masing-masing. Sedangkan saya tidak siap dengan apapun. Bahkan ada beberapa peserta wawancara di samping saya yang menyiapkan materi dalam Bahasa inggris dan melafalkannya berulang-ulang. Saya yang kebingungan akhirnya memutuskan untuk bertanya pada teman-teman saya yang dulu pernah mengikuti tes wawancara dan meminta saran mereka apa yang harus saya jawab ketika ditanya ini itu, Sebelumnya, dibagikan juga kertas yang harus diisi, tentang minat dan motivasi. Nah, kertas ini mungkin nantinya akan menjadi bahan pertanyaan buat di pewawancara.

Pada siang harinya akhirnya giliran saya yang mendapatkan kesempatan untyk tes wawancara. Saya dipanggil Bersama beberapa orang peserta yang mempunyai nomor urut tes berdekatan dengan saya, setelah melakukan beberapa pengecekan soal kartu tes dan barang bawaan, saya memasuki aula PIP yang besar. Didalamnya sudah tersusun meja dan kursi untuk wawancara secara memutar mengitari ruangan, dan di tiap meja para pewawancara sudah siap dengan pertanyaan mereka.

Sebelum giliran saya diwawancarai, Seorang teman dari Semarang, yang sekarang juga menjadi teman sekelas saya di LLU mendapat giliran terlebih dahulu. Dia diminta untuk melakukan PBB dan beberapa hal lain. Aduh saya gugup setengah mati, Karena saya nggak ada persiapan sama sekali, apalagi PBB saya nilainya Nol besar. Setelah beberapa menit saya akhirnya dipanggil dan diminta ke meja wawancara tempat teman saya tadi. Karena mendapat beberapa advice sebelum wawancara , saya ingat bahwa sebelum duduk saya harus meminta ijin duduk terlebih dahulu, bahkan ada yang bilang harus hormat terlebih dahulu. Akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti saran itu , tapi saya ambil yang bagian meminta ijin duduknya saja. Duduklah saya di kursi panas wawancara sipencatar. Saya menyerahkan berkas dan kertas kuisioner kepada bapak pewawancara, saya tidak bisa menyembunyikan kegugupan saya, jadi saya Tarik nafas lebar lebar dan saya keluarkan suara saya dengan tegas, supaya gugup saya nggak terlihat oleh mata pewawancara.

Didepan saya duduk Seorang Bapak yang usianya sudah bisa dibilang tua, beliau sepertinya adalah orang penerbangan.Perawakannya tegas dan bijak, Beliau membawa beberapa kertas yang sayapun tidak tahu apa isinya. Akhirnya wawancara pun dimulai, Bapak pewawancara menanyai saya seputar minat dan motivasi saya mengapa memilih LLU dan menyangkut pautkannya denga nisi kertas yang saya serahkan tadi, saya pun menjawab sesuai dengan apa yang saya ketahui dan saya pikirkan saat itu, yang penting jawab tegas, pikir saya. Karena saya menjawab tujuan saya memilih LLU supaya dapat berpikir cepat,

Saya juga ditanyai beberapa soal hitungan matematika, dan saya harus menjawabnya dengan cepat.  Beliau juga menanyakan apakah saya sudah siap tinggal diasrama dan jauh dari orang tua di semarang, wah, saya sih belum siap kala itu. Tapi sebagai seorang calon taruna saya jawab siap yang tegas. Mau tidak mau , itu adalah resiko sebagai seorang taruna, bukan? Kemudian, giliran pertanyaan dalam Bahasa inggris, Saya diminta menceritakan kehidupan saya sehari-hari dalam Bahasa inggris, yah, dengan Bahasa inggris seadanya saya ceritakanlah kehidupan saya. Dan pada akhirnya, saya dijabarkan soal biaya Pendidikan di ATKP Surabaya dan ditanyai kesanggupan pembayaran, ketika di tanyai saya bilang inshaallah Karena saat itu memang saya baru tahu harga Pendidikan di ATKP yang terbilang cukup besar.


Akhirnya tes wawancara selesai, Alhamdulillah saya tidak diminta untuk melakukan PBB, setelah mengucapkan terimakasih dan bersalaman saya pun diminta untuk meninggalkan ruangan. Hasil tes wawancara diumumkan dalam beberapa hari berikutnya setelah hari tes. Dan Alhamdulillah dalam hasil akhir tes wawancara dan samapta saya lolos. Bagitulah kira-kira gambaran Tes wawancara SIPENCATAR, nggak perlu takut dan grogi, Karena toh nggak diwawancara sendirian di sebuah ruangan, melainkan Bersama-sama walaupun tetap sendiri-sendiri pewawancaranya. yang penting adalah keyakinan diri, bahwa kita bisa dan hasilnya akan memuaskan. Semoga berhasil!

Esamutia

@Way2themes

Follow Me